Gulai Daging Tulang dengan Nangka Muda adalah salah satu hidangan tradisional Melayu yang kaya dengan rasa rempah, pekat santan, dan aroma yang menggoda. Sesuai dihidangkan bersama ikan kering dan sambal belacan, hidangan ini pasti memikat selera keluarga.
Bahan-Bahan
Daging:
- 2 kg daging tulang (direbus hingga empuk)
Bahan Tumis:
- 4 biji bawang merah, dimayang
- 3 ulas bawang putih, dimayang
- 1 inci halia, dimayang
- 4 sekawan (kulit kayu manis, buah pelaga, bunga lawang, cengkih)
- 5 sudu besar cili giling
Kisar:
- 2 biji bawang besar
- 8 biji bawang merah
- 1 1/2 inci halia
- 1 inci lengkuas
Bahan Lain:
- 4 sudu rempah gulai
- 1 1/2 sudu rempah masak
- 3 sudu kerisik
- 2 biji kelapa parut (gunakan kelapa tua lebih baik)
- 1/2 keping gula melaka
- Nangka muda (direbus hingga empuk)
- 3 keping asam keping
- Sedikit air asam jawa
- Belacan secukupnya
- Garam dan gula secukup rasa
- Kiub pati lembu (opsional)
Cara Memasak
- Panaskan minyak secukupnya. Tumis cili giling hingga pecah minyak, kemudian masukkan bahan tumisan (bawang merah, bawang putih, halia) dan rempah 4 sekawan. Tumis sehingga berbau wangi dan minyak naik ke permukaan.
- Masukkan bahan kisar halus, kacau rata, dan tumis lagi hingga pecah minyak. Tambahkan rempah cap bunga rose, rempah gulai, dan rempah masak. Gaul sebati sehingga aroma rempah keluar.
- Tuangkan air rebusan daging tulang (boleh tambah air biasa jika mahu kuah lebih banyak) dan biarkan mendidih. Masukkan kembali daging tulang bersama asam keping, air asam jawa, dan santan. Kacau rata.
- Tambahkan kerisik, gula melaka, garam, kiub pati lembu, dan nangka muda. Gaul sebati. Biarkan kuah mendidih perlahan selama 15 minit, kemudian tutup api.
- Gulai sedia dihidang panas bersama nasi putih, ikan kering, dan sambal belacan.
Nota Penting:
- Gunakan minyak lebih sedikit untuk memastikan tumisan masak sempurna.
- Pastikan daging direbus hingga empuk sebelum dimasukkan ke dalam gulai.
- Boleh sesuaikan tahap kepekatan kuah dengan menambah atau mengurangkan air rebusan.
- Santap bersama nasi panas dan ulam atau sambal untuk rasa tradisional maksimum.
Sumber: Muliadi Ramli
Leave a Reply